This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label PAUD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAUD. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Juli 2022

MPLS TKIT Ibnu Abbas, Talun, Kab. Cirebon: MewujudkanGenerasi Rabbani

 MaasyaaAlloh, MPLSku penuh drama yang berkesan


Hari Pertama MPLS -masa pengenalan lingkungan sekolah - Senin 18 Juli 2022 dimulai.

Welcome to the real world ya anak-anak, dimana keinginan tak harus terpenuhi, pengen bareng mama terus😅 tapi menahan rindu sebentar demi menuntut ilmu.

Ingatlah bahwa "Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat".

Kini saatnya sejenak rasa rindu dipendam.

Rasa rindu dengan mama akhirnya terhapus oleh keceriaan bertemu dengan teman sebaya, tak terasa candaan dan segala pernak pernik pertemananpun mulai dijalani. 


Mulai pula belajar menata perasaan, menata ego, keinginan, dan bagaimana cara mengatasi masalah yang terjadi. Perbedaan kemampuan pada tiap kelasnya, semoga makin memicu dan memacu diri.

MPLS hari pertama: lingkaran awal menuntut ilmu yang lebih luas lagi

MPLS hari pertama: olahraga dulu sambil mempererat ikatan pertemanan

MPLS HARI PERTAMA : jalan jalan keliling komplek sekitar sekolah

MPLS HARI PERTAMA 

Kegiatan main spesial buat para peserta didik baru pada hari Sabtu 16 Juli 2022.


Semangat, semangat terus dipupuk untuk menjadi generasi lebih baik.

 Semangat untuk para bapak ibu yang hebat, semangat pula untuk para guru yang bijak,

 semangat juga untuk kepseknya 🤩 dan pihak-pihak terkait yang membersamai anak-anak.


InsyaaAlloh menjadi generasi Rabbani yang cerdas ya anak anak Soleh Solehah🥰🥰

#jejakliterasianak #bloggerguruTK #bloggercirebon #PAUDitupenting #tkitibnuabbaskecamatantalunCirebon

Selasa, 05 Juli 2022

Menstimulus Minat Baca Anak Melalui Buku

 Menstimulus minat baca anak merupakan hal luar biasa yang harus diulik oleh para pendidik dan orang tua. Cara menumbuhkan minat baca pada anak memang sulit tapi bukan tidak mungkin dilakukan. Kemampuan membaca anak usia dini termasuk kemampuan yang perlu ditumbuhkan dalam lingkup bahasa. Lingkup bahasa ini mencakup kemampuan menyimak, mengungkapkan dan keaksaraan awal. Selaras dengan salah satu capaian pembelajaran pada kurikulum merdeka yang menekankan pada pengembangan dasar-dasar literasi dan STEAM (Sains, Teknologi, Engineering, Art dan Math.

Kaitannya dengan buku, menurut KBBI buku adalah sekumpulan lembaran kertas berupa gambar maupun tulisan ataupun kosong. Anak usia dinipun bisa menikmati buku, lho. Tahap awal anak suka membaca antara lain bisa diamati melalui ketertarikannya terhadap buku dan sikap duduknya. Menurut Darmiati Zuchdi dan Budiasih (1996:50) bahwa tahap pramembaca anak mempunyai sikap duduk yang baik, meletakkan buku dengan baik, membuka dan membalik halaman, melihat dan memerhatikan tulisan. Tahap membaca selanjutnya yaitu mengenalkan huruf dan kata.

Anak yang berpura-pura membaca walaupun tidak sama dengan tulisan yang tertera, ini juga merupakan tahap pengembangan membaca menurut Tadkiroatun Musfiroh (2009:8-9)

Waw, ternyata begitu dahsyatnya manfaat buku ya sehingga mampu menumbuhkan minat baca anak. Buku dapat menjadi teman bermain bagi anak sekaligus teman belajar juga.

Buku yang paling bermanfaat adalah buku yang menarik minat anak. Sebagus apa pun isi buku, akan terabaikan jika anak tidak tertarik.

Agar buku dapat menjadi teman bermain anak, maka pendidik maupun orng tua diharapkan mampu memilih jenis buku yang ramah anak. Berikut beberapa jenis buku yang bagus untuk teman bermain anak:

  1. buku tebal/boardbook
  2. buku bergambar/picture book
  3. buku berilustrasi
  4. buku bantal
  5. buku timbul/pop-up book
  6. buku besar/Big Book
  7. komik
  8. buku bergerak/moveable book
  9. buku tanpa kata/wordless book
  10. buku buatan sendiri

Sumber Gambar: Pixabay

Beberapa hal yang dapat dilakukan ketika membersamai anak bermain dengan buku agar memunbuhkan minat baca, antara lain:

Memilih judul buku yang disukai anak

Setelah anak memilih buku yang disukainya, maka bacakanlah buku tersebut jika anak belum bisa membaca.

Buatlah kegiatan yang mudah sesuai dengan buku yang dibaca.

Ajaklah anak bercakap-cakap mengenai buku tersebut dengan menarik.

Selalu berikan semangat ketika anak mulai membawa buku dan membacanya walaupun tidak sesuai apa yang diucapkan dengan kata-kata yang di buku.

Bagaimanapun, mendekatkan anak dengan buku merupakan upaya tepat agar capaian pembelajaran dasar-dasar literasi dan STEAM bisa terwujud. Buku juga memberikan ruang eksplorasi, inovasi, inspirasi dan menyembuhkan rasa ingin tahu anak yang begitu tinggi. Pendidik dan orang tua merupakan pihak-pihak yang bertugas untuk mengenalkan anak dengan buku. Nah, sudah siapkah kita mengemban tugas ini? Ayo, Semangat!

Senin, 17 Mei 2021

Special Loose Part di Era Pandemi untuk Pembelajaran dari Rumah Anak Usia Dini

             Pernahkah bermain huruf menggunakan potongan daun, bungkus snack, batu-batuan, adonan donat, atau benda lain yang ada di sekitar rumah? Nah ini yang dinamakan Loose Parts. Bahan-bahan loose parts ini banyak sekali ditemukan di lingkungan sekitar rumah anak. Loose parts merupakan benda atau bahan atau media yang bisa dipisahkan, bisa disatukan kembali, digabungkan dan dibawa, dijajarkan, digunakan sendiri.

            Benda atau bahan atau media loose parts ini mempunyai banyak sekali manfaat, antara lain menstimulus motorik halus anak. Anak mampu menjumput, menjimpit, memungut sehingga terlatih koordinasi mata dan tangan sebagai skill utama untuk ketrampilan menulis. Pada aspek bahasa, anak akan meningkat kemampuan  komunikasi, keaksaraan awal ketika bermain huruf atau angka menggunakan loose parts, kemampuan menyimak ketika diberikan panduan cara membuat sesuatu menggunakan loose parts.

 Kemudian dari aspek sosial, anak mampu mengenal lingkungan sekitar. Begitu juga dengan aspek emosional akan terstimulasi dengan baik seperti hal kemandirian, ketelitian. Tak lupa juga aspek kognitif anak akan makin terasah dalam mengenal benda-benda di sekitar, mengenal sebab akibat, mengenal tentang bentuk dan lainnya. Sedangkan pada aspek seni, loose parts mampu mengembangkan kreatifitas anak karena media ini bisa digabungkan, dipisah, dibentuk menjadi hasil karya minimalis yang eksotis.

            Loose parts bisa menjadi bahan utama dalam metode belajar dari rumah atau BDR terutama di masa pandemi Covid-19, para guru dan orang tua dituntut untuk lebih kreatif dalam memberikan pembelajaran, terlebih pada anak PAUD. Dalam penggunaannya, anak bisa secara bebas mengkreasikan loose parts menjadi suatu karya sesuai imajinasi dan kreatifitas anak. Loose parts juga bisa digunakan berulang-ulang sehingga orang tua tidak perlu khawatir mengeluarkan banyak uang untuk media belajar anak selama pandemic.

Loose Parts, terdiri dari 7 komponen yaitu Bahan alam : bahan-bahan yang dapat ditemukan di alam, misal batu, tanah, pasir, lumpur, air, ranting, daun, buah, biji, bunga, kerang, bulu, potongan kayu.

Plastik : barang-barang yang terbuat dari plastik, seperti sedotan, botol-botol, plastic, tutup-tutup, botol, pipa pralon, selang, ember, corong. Logam, barang-barang yang terbuat dari logam, misal : kaleng, uang koin, perkakas dapur, mur, baut, paku, sendok dan garpu aluminum, plat mobil, kunci,

Komponen loose parts berikutnya yaitu Kayu & bambu, barang-barang kayu yang sudah tidak digunakan, misal : seruling, tongkat, balok, kepingan puzel,

Benang & kain, barang-barang yang terbuat dari serat, misal : kapas, kain perca, , tali, pita, , karet. Kemudian loose parts dari Kaca & keramik, barang-barang terbuat dari kaca dan keramik seperti botol kaca.

Beberapa kegiatan bisa kita lakukan bersama anak menggunakan bahan atau benda atau media loose parts. Misalnya pada aspek nilai agama dan moral, orang tua bisa memberikan pemahaman pada anak bahwa loose parts bahan alam merupakan ciptaan Tuhan, sedangkan loose parts komponen lain merupakan buatan manusia. kita juga bisa menanamkan pada anak bahwa menjaga dan merawat ciptaan Tuhan sangat diperlukan.

Hal sederhana yang bisa kita lakukan bersama anak dengan benda atau bahan atau media loose parts antara lain pada aspek kognitif misalnya belajar membilang dengan batu-batu di sekitar rumah, aspek bahasa seperti kegiatan menulis angka atau huruf yang dibentuk dari potongan daun atau bunga atau batu atau kancing. Bisa juga membuat maze dari kayu dan lainnya.

Proses saintifik seperti mengamati, mengumpulkan informasi, menanya, mengkomunikasikan akan sangat mudah terstimulasi melalui metode percakapan, demonstrasi dan lainnya. Sehingga selain anak mampu berimajinasi dengan loose parts, anak juga akan terpenuhi rasa ingin tahunya. Guru dalam hal ini menajdi fasilitator yang memandu kegiatan di rumah. Nah, sudah mulai me-list loose parts di sekitar rumah untuk dijadikan media belajar?

Artikel ini dimuat di Fajar Cirebon, bulan april 2021

Jumat, 28 Agustus 2020

Jadi Penulis Optimal, Why Not?

 Bismillah,


Kala pandemi hanya berdiam diri,merenungi nasib rasanya tak patut ya. Banyak hal produktif yang bisa dilakukan, antara lain menulis. Menulis di majalah, koran ataupun di media online, sah sah saja. Syukur syukur bisa mendapatkan keuntungan finansial dari situ.


Dan Alhamdulillah ini tulisan perdanaku di sisterfillah. Walaupun aku rasa sungguh telat mengasah minatku dalam dunia kepenulisan, why not? Karena mengasah minat tak melulu untuk mengisi masa muda. Bisa juga lho sebagai kegiatan hari tua hehehe,


Monggo disimak tulisan perdanaku di sisterfillah


https://sisterfillah.com/2020/08/28/5-cara-menumbuhkan-minat-baca-anak-muslim-masa-kini/

Kamis, 20 Desember 2018

Sambut dan Hadapi Liburan Penuh Makna Bersama Anak - Anak



Liburan biasa dihadapi bahkan ditunggu-tunggu kedatangannya oleh anak-anak kita yang mengenyam pendidikan di suatu lembaga pendidikan, entah itu ma’had atau yang lainnya. Namun orangtua perlu waspada, agar liburan anak bukan menjadi saat-saat yang justru merugikan. Tentunya kita tak ingin liburan kali ini menjadi sia sia tanpa makna dan membuyarkan pondasi rutinitas terpuji yang sudah dibangun.
Sebenarnya masa liburan merupakan nikmat waktu luang. Oleh karena itu, seyogianya anak disadarkan akan hal ini, sehingga waktu liburan harus digunakan sebaik mungkin. Rasulullah telah memperingatkan, betapa banyak manusia yang terlalaikan dari nikmat waktu luang ini, sehingga hanya menuai kerugian belaka. Beliau bersabda, sebagaimana yang dinukilkan oleh sahabat yang mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas:
نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu darinya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari no.6412)
Terkadang lemahnya kita dalam menghadapi anak, sedikitnya bimbingan dan teladan, atau kurangnya pengawasan kita menjadi salah satu di antara sekian sebab anak melewati masa liburan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat atau bahkan merugikan. Sekadar menghabiskan waktu dengan duduk-duduk mengobrol bersama teman, berkelana dari mal ke mal, atau menekuri acara demi acara televisi. Kadangkala pula justru orangtua yang memfasilitasi anak untuk itu, atau membiarkan anak “sedikit bersantai” dengan meninggalkan berbagai rutinitas yang terpuji.
Bagaimanapun, anak selalu membutuhkan peran kita, orangtua mereka. Termasuk saat-saat mereka menghadapi liburan.
            Lalu bagaimana agar sambut liburan menjadi lebih menyenangkan tanpa melupakan rutinitas terpuji sebelumnya? Berikut tips manajemen waktu sambut dan hadapi liburan penuh makna bersama anak-anak :
1.      Selalu gaungkan atau broadcast terus menerus ke anak anak awal dan akhir liburan. Tunjukkan secara visual melalui kalender jarak liburan yang akan mereka lewati. Kemudian visualkan pula banyaknya hari libur dengan jari jari ( bagi anak pra sekolah). Sehingga mereka paham akan banyak sedikitnya hari libur nanti.
2.      Manajemenkan waktu liburan dengan baik.
Pahamkan secara dini bahwa liburan adalah waktu bersantai yang tetap harus dilewati dengan banyak kegiatan positif seperti tetap mengaji, mengkaji pelajaran yang telah lalu, mengulang hapalan Alquran. Jadi tak melulu menonton tivi ataupun bermain main saja.
3.      Kita kenalkan ke anak bagaimana membagi waktu liburan menjadi beberapa fase.
Misal, fase awal liburan digunakan untuk membereskan buku-buku atau segala macam perlengkapan pada tahun ajaran kemarin.
Fase tengah liburan, digunakan untuk mulai membenahi keperluan tahun ajaran baru seperti membeli perlengkapan sekolah, dll. Ini dimaksudkan agar tidak perlu berepot-repot ria dan berdesak-desakan di toko perlengkapan sekolah ketika mepet masuk sekolah.
Kemudian fase akhir liburan bisa digunakan untuk lebih santai dan menikmati waktu.
Fase fase tersebut tidak menjadi patokan baku bahwa misalnya awal liburan harus dan Cuma kegiatannya membenahi perlengkapan tahun ajaran kemarin, tapi tetap ada aktifitas refreshing lainnya seperti mengunjungi sanak keluarga ataupun melancong.
4.      Tetap mengistiqomahkan kegiatan baik yang sudah menjadi kebiasaan ketika hari sekolah, seperti bangun pagi, sarapan pagi, mandi pagi dll.
5.      Ketika liburan akan berakhir siapkan mental anak untuk tetap semangat dan tanamkan bahwa menjalani rutinitas itu menyenangkan selama itu adalah rutinitas positif insyaAlloh mendatangkan pahala.
6.      Hal terakhir : Mari semangatkan diri kita terlebih dahulu sebelum menyemangati anak anak kita.

Tetap semangat sambut liburan di depan mata. Jadikan masa liburan sebagai momen untuk mulai membiasakan / mendawamkan hal hal positif. Welcome and Happy Holiday !

@Mrs.Fenny.F

Papan, Sekolah, Papan Tulis, Hari Libur

Rabu, 19 Desember 2018


Selasa, 18 Desember 2018

Menganyam Asyik Bersama Anak PAUD


   "Adik, ini membuat apa?”, Tanya bunda kepada anaknya. “Kata bu guru, ini menganyam. Tapi aku takut buatnya, takut sobek. Jadi, bu guru yang mengerjakan”, jawab anak kecil tersebut dengan polosnya.
            Pernah mengalami hal tersebut? Bu guru di PAUD mungkin sering mengalami kesulitan ketika mengajarkan ketrampilan menganyam pada anak usia dini. Ketrampilan ini untuk menstimulus perkembangan motorik halus anak. Lalu bagaimana cara menstimulusnya? Yuk, kita ulas bersama.
   Terkait perkembangan motorik halus, salah satu standar tingkat perkembangannya yaitu mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus  bagi anak usia  4-5 tahun. Contoh kegiatannya seperti menjumput, mengelus, mencolek, mengepal, memelintir, memilin, memeras dan juga menganyam.
                  Menganyam termasuk ke dalam kegiatan seni kriya (contoh seni kriya lainnya yaitu    membatik, mengukir, merenda. Dahulunya, menganyam ini banyak terdapat di desa-desa yang tumbuh industri kerajinan sebagai peralatan rumah tangga (bakul, tampah, keranjang, saringan kelapa, kursi rotan, tempat buah-buahan).
Media bahan untuk anyaman tradisional sangat banyak macamnya. Sehingga bagi AUD, akan sangat bervariatif apabila kita sebagai guru maupun orang tua mengenalkan bahan anyam tradisional tersebut, namun jangan lupa untuk memilihkan bahan menganyam yang aman bagi anak.
            Berikut beberapa bahan anyam tradisional aman yang bisa kita pilihkan bagi AUD. Seperti:
a.       Bambu tali
Bambu tali merupakan bambu yang mempunyai kualitas paling baik dibanding bambu jenis lain. Bambu ini sangat lentur, kuat, tidak mudah putus dan patah.
b.      Rotan hinis
Rotan ini banyak dijual pada toko material bangunan. Rotan ini juga dipakai sebagai bahan pengikat dan pelengkap  pada seni kerajinan lain.
c.       Rotan pirit
Rotan ini digunakan untuk jenis anyaman silinder dengan berbagai teknik diantaranya untuk anyaman membelit dengan pakan tunggal dan ganada misalnya keranjang.
d.      Pandan
Jenis daun yang banyak tumbuh dipinggir sungai dan termasuk tumbuhan liar. Agar dapat digunakan bahan anyaman daun pandan harus diserat sehingga menjadi lebih kecil dan harus dikeringkan dengan cara dijemur.
e.       Mendong
Jenis rumput-rumputan yang sengaja ditanam untuk dipersiapkan sebagai bahan anyaman. Untuk bahan kerajinan anyam,mendong harus dikeringkan terlebih dahulu dan dilumuri dengan abu. Mendon dapat dipakai sebagai bahan kerajinan anyam berupa tas, topi, tikar.
f.       Blarak/janur
Blarak adalah daun kelapa yang sudah tua banyak tumbuh didaerah tropis. Sedangkan janur daun kelapa yang mudah. Bahan ini harus dipisahkan dahulu dari lidinya sebelum dijadikan bahan kerajinan anyaman. Blarak/janur digunakan untuk membuat ketupat,tas,topi,atap.
g.      Kertas
Dapat dipakai untuk karya mainan di tingkat Taman Kanak-kanak. Kertas yang dipakai untuk bahan anyaman harus kertas yang kuat agar tidak mudah putus.
h.      Plastik
Bahan anyaman yang telah dirancang untuk bahan anyaman. Plastik sebagai bahan anyaman banyak dijual di toko-toko alat tulis.
i.        Karet
Bahan ini banyak dijumpai di toko alat tulis dengan bentuk lembaran-lembaran, sehingga apabila akan dipakai harus dipotong-potong menggunakan gunting.
j.        Kain atau flanel
Kain atau flannel dianggap lebih aman dan praktis. Cara penggunaan pemotongannya sama dengan kertas dan karet.
k.      Daun pisang
Daun pisang yang masih lembaran dan telah dipisahkan dari pelepahnya dapat dijadikan suwiran hingga menjadi lembaran kecil-kecil.

TEKNIK KERAJINAN MENGANYAM UNTUK AUD
Sebelum menganyam,kita siapkan terlebih dahulu bahan anyaman karena tidak langsung siap tetapi melalui proses persiapan dahulu walaupun sebenarnya masih merupakan bahan.  Contoh: Bahan janur harus dilepas lidinya agar dapat dianyam, kertas harus dipotong terlebih dahulu menjadi lembaran panjang yang lebarnya kurang lebih 0,5-1 cm.
Kertas/kain/flanel digunakan sebagai bahan untuk menganyam. Bahan dari Kertas/kain/flanel cukup aman bagi AUD. Untuk dijadikan bahan anyaman harus dipotong terlebih dahulu seperti halnya karet.
Kertas untuk bahan anyaman sebaiknya dipergunakan kertas karton atau kertas yang agak tebal, supaya memudahkan dalam melakukan penganyaman. Sebelum Kertas/kain/flanel dipotong sebaiknya diukur dulu barapa lebar dan panjang yang dikehendaki, dengan menggarisi dulu baru dipotong pada garis-garis yang sudah diukur.
Sedotan Plastik yang bentuknya memanjang dapat juga di pergunakan sebagai bahan kerajinan anyaman. Bahan ini cukup aman untuk di berikan  kepada kegiatan kerajinan menganyam di tingkat di lembaga PAUD
Bentuk anyaman, jika di perhatikan model anyaman itu terdiri dari beberapa macam,diantaranya Anyaman datar,yang terdiri dari; 1.Motif lurus, 2.Motif biku/serong, 3.Motif truntum
Yang perlu dilakukan dalam pembelajaran kerajianan menganyam, diantaranya:
·         Perlihatkan beberapa anyaman yang sudah jadi. Tugas anak adalah mengamati secara seksama mengenai macam-macam bentuk, warna, tekstur kemudian siswa akan menyerap yang akhirnya akan menimbulkan berbagai tanggapan dan perasaan.
·         Setelah anak mengamati objek karya anyaman maka dilanjutkan mengamati susunannya yang diteruskan pula untuk menganalisis kondisi karakter objek. Selanjutnya anak diminta untuk mengungkapkan kepada gurunya tentang hasil pengamatan terhadap susunan anyaman (teknik anyaman tersebut) hadapkan langsung dengan meraba objek.
·         Meraba sambil mengamati karya anyam atau media bahan untuk dirasakan, guru mengetahui karakter tekstur tentang  media daun, iratan bambu, guntingan kertas, guntingan karet, janur dan lain sebagainya.  Hal ini dimaksudkan untuk latihan merespons pengalaman sensori. Maka sensasi yang ditimbulkan akibat rabaan tersebut dapat membangkitkan berbagai tanggapan atau kesan terhadap apa yang mereka hadapi yang akhirnya siswa tersebut mampu belajar memutuskan melalui sikapnya.
Kerajinan menganyam dapat dikatakan berhasil apa bila anak dapat menghasilkan karya anyaman. Keterampilan dalam menggunakan alat (menggunting kertas, menggunting, karet, dan lain-lain) sangat dibutuhkan di samping mempermudah dan memperlancar, kegiatan ini juga merupakan keterampilan motorik yang tidak kalah penting manfaatnya bagi perkembangan anak. Derajat kesulitan dalam mempraktikkan kerajinan anyam pada siswa Anda hendaknya memulai dari tingkatan yang paling rendah menurut kemampuan anak. Anda memberikan contoh dengan cara menuntun proses, urutan berkarya yang kemudian diikuti oleh anak dengan cara satu persatu. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan oleh dua guru, yaitu satu guru memperagakan guru satunya lagi menuntun sambil memeriksa satu persatu. Dibawah ini akan diberikan contoh beberapa cara menganyam:
·         Anyaman Sasag
Anyaman ini adalah teknik susup menyusup antara pakan dan lungsi dengan langkah satu-satu.Artinya angkat satu dan di tinggal satu (dengan rumus AI, TI, AI …. Dan seterusnya, kemudian diatasnya TI, AI, TI …. Dan seterusnya).
·         Anyaman Bervariasi Polos
Anyaman ini dengan teknik susup menyusup antara pakan dan lungsi, tetapi berselang dua-dua.Artinya lungsi diangkat dua dan ditinggal dua begitu seterusnya kearah samping.Untuk kegiatan pembelajaran menganyam pada anak usia dini agar lebih aman Anda dapat menggunakan  media bahan; daun pisang yang telah disobek kecil-kecil selebar kurang lebih 1cm, janur yang di irat menjadi kecil-kecil yang lebarnya kira-kira 1cm, kertas yang digunting memanjang yang lebarnya kira-kira 1cm, lembaran karet yang lebarnya kira-kira 1cm
Terkait manfaat menganyam bagi anak usia ini, antara lain: 1) AUD mampu untuk bekerjasama dengan temanya, 2) menstimulus jiwa seni anak, 3) melatih sisi kognitif AUD, 4) Melatih keberanian secara spontanitas dan terampil menggunakan berbagai macam media sebagai sarana mengekspresikan perasaan yang dimilikinya, 5) menstimulus kreatifitas (Proses kemampuan menunjukkan ketrampilan seni disebut sebagai kreativitas). Bisa juga kreativitas diartikan dengan kemampuan mencipta, kemampuan menanggapi persoalan, kemampuan berpikir, dan kemampuan menyesuaikan diri, 6) melatih imajinasi anak, 7) menstimulus kepekaan anak untuk mencipta bentuk anyaman baru, baik perpaduan warnanya maupun ukuran, bentuk, 8) meltih ketrampilan motorik halus yang sangat efektif dalam ketrampilan menuliis atau ketrampilan lainnya.
            Jadi, sangatlah tepat kegiatan menganyam dilaksanakan di PAUD. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para Guru PAUD. Semangat berkreasi!

Daftar Rujukan
Affandi & Dewobroto.(2004). Menegenal Seni Rupa Anak .yogyakarta:Gama Media
Abdulhamid.(1995).Pengantar Estetika.Kuala Lumpur: Dewan Bahasa Pustaka. Kementerian Malaysia.
Cut Kamaril dkk. (2007).Pendidikan Seni Rupa Dan Kerajinan Tangan .Jakarta: Universitas Terbuka.
Dedi Nurhadiah. ( 1991) . Seni Rupa Teori Dan Praktik.Bandung :Internusa.
Oho Garha. (1983). Seni Rupa , Media Pengajaran Dengan Kreativitas . Jakarta : Depdikbud.




Selasa, 20 November 2018

Meronce Bagi Anak Usia Dini (AUD)



“Umi, umi, aku ga  bisa menyusunnya”, seru Daus terlihat putus asa mengamati jejeran warna-warni berbentuk buah. Bunda-bunda di PAUD maupun TK pasti sering mengalami atau menemui anak seperti Daus ini. Usut punya usut ternyata Daus sedang meronce. Ohya Daus ini anak berumur 4 tahun, di kelompok A.
Meronce merupakan kegiatan rutin di PAUD untuk menstimulus motorik halus anak. Dalam permendikbud no 137 tahun 2018, motorik halus mencakup kemampuan dan kelenturan menggunakan jari dan  alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk. Lalu bagaimana sebenarnya urutan meronce yang benar agar mampu menstimulus kemampuan motorik halus anak? Simak paparan berikut ini.
Bila menilik definisi meronce menurut ahli, maka Sumantri (2005: 151) mengemukakan bahwa meronce adalah kegiatan pengembangan motorik halus di TK, kegiatan menguntai dengan membuat untaian dari bahan-bahan yang berlubang disatukan dengan tali atau benang. Memasukan benang atau tali kelubang-lubangnya dibantu dengan jarum atau tidak. Kegiatan meronce ditujukan untuk melatih koordinasi mata dan tangan pada anak. Untuk memperoleh hasil roncean yang menarik perlu terampil dan kreatif terampil melakukan roncean dengan lancar tanpa mendapat luka atau sakit jari. Jarum dan bahan dapat digunakan yang terdapat dilingkungan sekitar rumah atau sekolah kreatif dalam mengkombinasikan susunan roncean, garis menurut bentuknya.
Sedangkan pendapat lain dari Pamadi (2008: 9.4-9.5), Meronce adalah menata dengan bantuan mengikat komponen dengan seutas tali dengan teknik ini seseorang akan memanfaatkan bentuk ikatan menjadi lebih lama dibanding dengan benda yang ditata tanpa ikatan, meronce menata memperhatikan bentuk, warna dan ukuran, seperti halnya irama musik yang mempunyai tingkat rendah serta keras, lunak, halus kasarnya nada dan suara, jika musik mengunakan instrument untuk menyatakan tinggi dan  rendahnya suara maka meronce akan memerlukan keterampilan sejenis itu. Meronce tidak hanya menyusun dan menata bentuk melainkan menata dengan irama.
Terkait dengan anak usia dini memiliki energi yang tinggi. Energi ini dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas guna meningkatkan keterampilan fisik yang berkaitan dengan motorik halus, seperti membentuk atau memanipulasi dari tanah liat/ lilin/ adonan, menggambar, mewarnai, menempel, menggunting, memotong, merangkai benda dengan benang (meronce). Aktivitas-aktivitas tersebut berfungsi untuk melatih koordinasi antara mata dan tangan, yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain (Sumantri, 2005: 145).           
Adapun manfaat meronce antara lain: 1) melatih konsentrasi anak, 2) mengasah ketelitian, ketekunan anak, 3) menstimulus perkembangan kognitif anak, 4) mengembangkan motorik halus anak, 5) menumbuhkan kreatifitas anak, 6) tak melulu tentang motorik halus, meronce juga bisa menstimulus ketrampilan membaca anak karena melalui meronce anak akan terampil dengan pola AB-AB, ABC-ABC sehingga memudahkan anak untuk belajar rangkaian suku kata mudah seperti ba, ca, da maupun suku kata kompleks seperti tra, tri, dwi.
Meronce bisa menggunakan berbagai bahan, seperti kertas, plastik, tanah liat, sedotan, manik-manik dan bahan alam yang tersedia di sekitar anak. Ketika melakukan kegiatan meronce, maka perlu disematkan proses saintifik di dalamnya. Seperti mengamati bahan apa saja untuk meronce, ajak anak untuk menanya apa saja yang diperlukan untuk meronce, mengumpulkan informasi cara meronce, apakah dengan pola AB-AB atau ABC-ABC. Kemudian ajak anak untuk menalar pola meronce tersebut di kehidupan sehari-hari. Ketika meronce, sebenarnya anak telah mampu berpikir urutan benda, menghapal jenis benda dan urutannya. Juga belajar merangkai dilihat dari estetis/keindahan. Selanjutnya minta anak untuk mengkomunikasikan apa yang sudah di ronce. Mengkomunikasikan bisa dalam bentuk bercerita ke keluarga atau bercerita di depan kelas.
Hasil gambar untuk pixabay-gambar manik manikTerkait pencapaian perkembangan anak, ada beberapa tahapan meronce bagi anak usia dini yaitu:
1. Tahapan meronce kelompok Play Group
     Yaitu:
    * main mengosongkan/mengisi seperti bermain congklak, ini bertujuan agar jari-jari anak makin  terampil sehingga motori halusnya siap.
    * merangkai digunakan untuk bahan main peran (kalung),   pada tahap ini anak terus menerus memasukkan benang/tali ke benda
    * merangkai terus menerus, tahap ini juga masih berkutat memasukkan benang/tali agar anak makin bagus koordinasi antara mata dan tangan serta melatih kesabaran, ketekunan anak.
2. Tahapan meronce kelompok A
    Yaitu:  
    a.  merangkai berdasarkan warna,
    b.  merangkai berdasarkan bentuk,
     c. merangkai berdasarkan warna dan bentuk
          Pada tahap ini, anak mulai dilatih mengenal pola. Poin a dan b hanya mengenalkan satu pola. Pada tahap ini, anak sudah bisa dikenalkan juga  alphabet. Karena pada dasarnya, alphabet merupakan susunan satu pola huruf. Nah, baru pada poin c anak mulai dikenalkan dua pola AB-AB sehingga relevan juga untuk mulai dikenalkan suku kata sederhana dengan pola tersebut, misal, sa, ma, ca, da.
3. Tahapan meronce kelompok B
    Yaitu:
    a. merangkai berdasarkan warna, bentuk, ukuran,
        Anak sudah mulai dikenalkan pola yang kompleks yaitu pola ABC-ABC atau berdasarkan warna, bentuk, ukuran. Sehingga mulai relevan juga dikenalkan suku kata yang kompleks seperti sar, bar, kan, lah dan lainnya yang berpola ABC
    b. membuat pola sendiri,
        Pada tahap ini, anak boleh suka hati berkreasi sendiri dengan pola yang mereka minati. Inilah saatnya anak mengeksplor kreatifitas dan imajinasinya. Kita sebagai guru ataupun orang tua juga bisa menilai apakah anak mempunyai nilai estetis atau belum.  Relevansinya dengan perkembangan bahasa, anak sudah mulai bisa membaca sendiri secara pelan namun dengan kata yang sudah bermakna semisal, kata baca, saya, dari.
    c. membaca pola kartu dari bermacam-macam tingkat kesulitan.
            Di poin ini anak sudah berkembang sangat baik di motoric halus dan bahasa (keaksaraan). Anak sudah berkembang sangat baik koordinasi mata dan tangannya, anak mampu membaca. Konsekuesinya yaitu anak sudah mampu untuk diajarkan menulis.

            Sungguh akan bermakna sekali jika setiap guru TK maupun PAUD mampu memahami dan melaksanakan tiap tahapan meronce, artinya bahwa guru tidak mencederai fitrah karena anak distimulus sesuai tahapan kemampuannya. Selalu ada harapan menuju kesana! Semoga bermanfaat! 

Hasil gambar untuk pixabay-gambar manik manik
pixabay.com
Hasil gambar untuk pixabay-gambar manik manik