This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2022

10 Kegiatan Jelang Lanjut Usia


Bismillah

Hello Dear Readers,,


Tak terasa ramadhan sudah mulai tampak ujungnya. Hilal tunjangan hari raya alias THR sudah mulai terlihat. Lembaga sebelah sudah mulai bagi bagi THR, hiks,  aku jadi sedih nih belum terlihat hilal THR di lembagaku🤭


Hari-hari memang makin tak terasa ya, 1 Ramadhan yang kemarin ditunggu, eh ternyata akan berganti 1 Syawal. Begitu pula dengan umur, tahun kemarin masih umur ... eh ternyata tahun ini nambah umur lagi.



Dudududu, rasanya belum melakukan apa-apa demi kebaikan di akhirat nanti, ternyata waktu bergulir cepat.

Umur yang tadinya masih muda eh ternyata sekarang sudah beruban tanda tak muda lagi🤣


Nah, persiapan apa yang sudah dilakukan menghadapi jelita? 

Jelita disini maksudnya jelang lima puluh tahun ke atas ya, dimana keproduktifan kita mulai menurun dibandingkan dengan usia 20-30an.


Mengapa perlu dipersiapkan dari sekarang? Tentu alasannya karena waktu bergulir cepat. Bisa jadi sebabnya karena kita sangat menikmati rutinitas dari pagi eh tau tau udah pagi lagi.


Menurut WHO lanjut usia (lansia) adalah kelompok penduduk yang berumur 60 tahun atau lebih. 

Dilansir dari situs sehatnegeriku kemenkes.go.id bahwasannya jumlah orang lanjut usia (Lansia) di Indonesia saat ini sekitar 27,1 juta orang atau hampir 10% dari total penduduk. Pada tahun 2025 diproyeksikan jumlah Lansia meningkat menjadi 33,7 juta jiwa (11,8%). Peningkatan jumlah Lansia dengan berbagai masalah kesehatannya menjadi tantangan bagi kita untuk mempersiapkan Lansia yang sehat dan mandiri, agar meminimalisir beban bagi masyarakat dan negara.


Beberapa hal yang mesti diperhatikan saat memilih atau mempersiapkan kegiatan saat hari tua antara lain:

1. Faktor safety 

Usahakan pilih kegiatan jelita dengan tingkat resiko cidera rendah. Ga mungkin kan kita di saat jelita memilih kegiatan panjat tebing😬 selain resiko cidera sangat tinggi, juga akan merepotkan banyak pihak ketika terjadi sesuatu pada kita.

2. Pilhlah kegiatan yang makin menambah poin kebaikan dunia akhirat atau mendapatkan banyak pahala untuk kehidupan akhirat nanti. Berusia panjang merupakan suatu keberkahan ketika kita mampu menjalaninya dengan makin mendekatkan diri kepadaNya. Berusia panjang juga merupakan sinyal agar kita makin kepadaNya.

3. Pilih kegiatan dengan porsi yang tak menyita waktu. Usia jelita tentu mempunyai kadar istirahat yang harus lebih banyak guna menjaga ketahanan tubuh agar tetap fit.

4. Pilihlah kegiatan yang menyenangkan dan tidak membuat stres. Semakin  usia kita bertambah, tingkat stres harus diminimalisir agar daya tahan tubuh juga terjaga dan agar makin bersyukur kepadaNya tanpa banyak keluhan.

Nah, lalu apa saja pilihan kegiatan saat jelita? Berikut 10 kegiatan untuk para lansia:

1. Berkebun

2. Menulis

3. Blogging

4. Menghapal Al Quran

5. Tutor 

6. Read Aloud

7. Beternak ikan atau lainnya 

8. Melukis

9. Bergabung komunitas olahraga

10. Memilih kegiatan sesuai passion dan hobi.


Disclaimer: pilihan-pilihan kegiatan ini bisa mulai dilakukan ketika usia kita sekitar 45 tahunan. Rancanglah kehidupan hari tua kita sejak saat ini, agar kelak di usia kita yang menua, kita justru makin produktif dan bermanfaat. Aamiin.


Semoga bermanfaat!

Sumber Gambar: https://pixabay.com/id/images/download/adult-2028245_1280.png?attachment&modal

Jumat, 28 Agustus 2020

Jadi Penulis Optimal, Why Not?

 Bismillah,


Kala pandemi hanya berdiam diri,merenungi nasib rasanya tak patut ya. Banyak hal produktif yang bisa dilakukan, antara lain menulis. Menulis di majalah, koran ataupun di media online, sah sah saja. Syukur syukur bisa mendapatkan keuntungan finansial dari situ.


Dan Alhamdulillah ini tulisan perdanaku di sisterfillah. Walaupun aku rasa sungguh telat mengasah minatku dalam dunia kepenulisan, why not? Karena mengasah minat tak melulu untuk mengisi masa muda. Bisa juga lho sebagai kegiatan hari tua hehehe,


Monggo disimak tulisan perdanaku di sisterfillah


https://sisterfillah.com/2020/08/28/5-cara-menumbuhkan-minat-baca-anak-muslim-masa-kini/

Kamis, 20 Desember 2018

Sambut dan Hadapi Liburan Penuh Makna Bersama Anak - Anak



Liburan biasa dihadapi bahkan ditunggu-tunggu kedatangannya oleh anak-anak kita yang mengenyam pendidikan di suatu lembaga pendidikan, entah itu ma’had atau yang lainnya. Namun orangtua perlu waspada, agar liburan anak bukan menjadi saat-saat yang justru merugikan. Tentunya kita tak ingin liburan kali ini menjadi sia sia tanpa makna dan membuyarkan pondasi rutinitas terpuji yang sudah dibangun.
Sebenarnya masa liburan merupakan nikmat waktu luang. Oleh karena itu, seyogianya anak disadarkan akan hal ini, sehingga waktu liburan harus digunakan sebaik mungkin. Rasulullah telah memperingatkan, betapa banyak manusia yang terlalaikan dari nikmat waktu luang ini, sehingga hanya menuai kerugian belaka. Beliau bersabda, sebagaimana yang dinukilkan oleh sahabat yang mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas:
نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang tertipu darinya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Al-Bukhari no.6412)
Terkadang lemahnya kita dalam menghadapi anak, sedikitnya bimbingan dan teladan, atau kurangnya pengawasan kita menjadi salah satu di antara sekian sebab anak melewati masa liburan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat atau bahkan merugikan. Sekadar menghabiskan waktu dengan duduk-duduk mengobrol bersama teman, berkelana dari mal ke mal, atau menekuri acara demi acara televisi. Kadangkala pula justru orangtua yang memfasilitasi anak untuk itu, atau membiarkan anak “sedikit bersantai” dengan meninggalkan berbagai rutinitas yang terpuji.
Bagaimanapun, anak selalu membutuhkan peran kita, orangtua mereka. Termasuk saat-saat mereka menghadapi liburan.
            Lalu bagaimana agar sambut liburan menjadi lebih menyenangkan tanpa melupakan rutinitas terpuji sebelumnya? Berikut tips manajemen waktu sambut dan hadapi liburan penuh makna bersama anak-anak :
1.      Selalu gaungkan atau broadcast terus menerus ke anak anak awal dan akhir liburan. Tunjukkan secara visual melalui kalender jarak liburan yang akan mereka lewati. Kemudian visualkan pula banyaknya hari libur dengan jari jari ( bagi anak pra sekolah). Sehingga mereka paham akan banyak sedikitnya hari libur nanti.
2.      Manajemenkan waktu liburan dengan baik.
Pahamkan secara dini bahwa liburan adalah waktu bersantai yang tetap harus dilewati dengan banyak kegiatan positif seperti tetap mengaji, mengkaji pelajaran yang telah lalu, mengulang hapalan Alquran. Jadi tak melulu menonton tivi ataupun bermain main saja.
3.      Kita kenalkan ke anak bagaimana membagi waktu liburan menjadi beberapa fase.
Misal, fase awal liburan digunakan untuk membereskan buku-buku atau segala macam perlengkapan pada tahun ajaran kemarin.
Fase tengah liburan, digunakan untuk mulai membenahi keperluan tahun ajaran baru seperti membeli perlengkapan sekolah, dll. Ini dimaksudkan agar tidak perlu berepot-repot ria dan berdesak-desakan di toko perlengkapan sekolah ketika mepet masuk sekolah.
Kemudian fase akhir liburan bisa digunakan untuk lebih santai dan menikmati waktu.
Fase fase tersebut tidak menjadi patokan baku bahwa misalnya awal liburan harus dan Cuma kegiatannya membenahi perlengkapan tahun ajaran kemarin, tapi tetap ada aktifitas refreshing lainnya seperti mengunjungi sanak keluarga ataupun melancong.
4.      Tetap mengistiqomahkan kegiatan baik yang sudah menjadi kebiasaan ketika hari sekolah, seperti bangun pagi, sarapan pagi, mandi pagi dll.
5.      Ketika liburan akan berakhir siapkan mental anak untuk tetap semangat dan tanamkan bahwa menjalani rutinitas itu menyenangkan selama itu adalah rutinitas positif insyaAlloh mendatangkan pahala.
6.      Hal terakhir : Mari semangatkan diri kita terlebih dahulu sebelum menyemangati anak anak kita.

Tetap semangat sambut liburan di depan mata. Jadikan masa liburan sebagai momen untuk mulai membiasakan / mendawamkan hal hal positif. Welcome and Happy Holiday !

@Mrs.Fenny.F

Papan, Sekolah, Papan Tulis, Hari Libur

Rabu, 19 Desember 2018


Selasa, 20 November 2018

Meronce Bagi Anak Usia Dini (AUD)



“Umi, umi, aku ga  bisa menyusunnya”, seru Daus terlihat putus asa mengamati jejeran warna-warni berbentuk buah. Bunda-bunda di PAUD maupun TK pasti sering mengalami atau menemui anak seperti Daus ini. Usut punya usut ternyata Daus sedang meronce. Ohya Daus ini anak berumur 4 tahun, di kelompok A.
Meronce merupakan kegiatan rutin di PAUD untuk menstimulus motorik halus anak. Dalam permendikbud no 137 tahun 2018, motorik halus mencakup kemampuan dan kelenturan menggunakan jari dan  alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk. Lalu bagaimana sebenarnya urutan meronce yang benar agar mampu menstimulus kemampuan motorik halus anak? Simak paparan berikut ini.
Bila menilik definisi meronce menurut ahli, maka Sumantri (2005: 151) mengemukakan bahwa meronce adalah kegiatan pengembangan motorik halus di TK, kegiatan menguntai dengan membuat untaian dari bahan-bahan yang berlubang disatukan dengan tali atau benang. Memasukan benang atau tali kelubang-lubangnya dibantu dengan jarum atau tidak. Kegiatan meronce ditujukan untuk melatih koordinasi mata dan tangan pada anak. Untuk memperoleh hasil roncean yang menarik perlu terampil dan kreatif terampil melakukan roncean dengan lancar tanpa mendapat luka atau sakit jari. Jarum dan bahan dapat digunakan yang terdapat dilingkungan sekitar rumah atau sekolah kreatif dalam mengkombinasikan susunan roncean, garis menurut bentuknya.
Sedangkan pendapat lain dari Pamadi (2008: 9.4-9.5), Meronce adalah menata dengan bantuan mengikat komponen dengan seutas tali dengan teknik ini seseorang akan memanfaatkan bentuk ikatan menjadi lebih lama dibanding dengan benda yang ditata tanpa ikatan, meronce menata memperhatikan bentuk, warna dan ukuran, seperti halnya irama musik yang mempunyai tingkat rendah serta keras, lunak, halus kasarnya nada dan suara, jika musik mengunakan instrument untuk menyatakan tinggi dan  rendahnya suara maka meronce akan memerlukan keterampilan sejenis itu. Meronce tidak hanya menyusun dan menata bentuk melainkan menata dengan irama.
Terkait dengan anak usia dini memiliki energi yang tinggi. Energi ini dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas guna meningkatkan keterampilan fisik yang berkaitan dengan motorik halus, seperti membentuk atau memanipulasi dari tanah liat/ lilin/ adonan, menggambar, mewarnai, menempel, menggunting, memotong, merangkai benda dengan benang (meronce). Aktivitas-aktivitas tersebut berfungsi untuk melatih koordinasi antara mata dan tangan, yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain (Sumantri, 2005: 145).           
Adapun manfaat meronce antara lain: 1) melatih konsentrasi anak, 2) mengasah ketelitian, ketekunan anak, 3) menstimulus perkembangan kognitif anak, 4) mengembangkan motorik halus anak, 5) menumbuhkan kreatifitas anak, 6) tak melulu tentang motorik halus, meronce juga bisa menstimulus ketrampilan membaca anak karena melalui meronce anak akan terampil dengan pola AB-AB, ABC-ABC sehingga memudahkan anak untuk belajar rangkaian suku kata mudah seperti ba, ca, da maupun suku kata kompleks seperti tra, tri, dwi.
Meronce bisa menggunakan berbagai bahan, seperti kertas, plastik, tanah liat, sedotan, manik-manik dan bahan alam yang tersedia di sekitar anak. Ketika melakukan kegiatan meronce, maka perlu disematkan proses saintifik di dalamnya. Seperti mengamati bahan apa saja untuk meronce, ajak anak untuk menanya apa saja yang diperlukan untuk meronce, mengumpulkan informasi cara meronce, apakah dengan pola AB-AB atau ABC-ABC. Kemudian ajak anak untuk menalar pola meronce tersebut di kehidupan sehari-hari. Ketika meronce, sebenarnya anak telah mampu berpikir urutan benda, menghapal jenis benda dan urutannya. Juga belajar merangkai dilihat dari estetis/keindahan. Selanjutnya minta anak untuk mengkomunikasikan apa yang sudah di ronce. Mengkomunikasikan bisa dalam bentuk bercerita ke keluarga atau bercerita di depan kelas.
Hasil gambar untuk pixabay-gambar manik manikTerkait pencapaian perkembangan anak, ada beberapa tahapan meronce bagi anak usia dini yaitu:
1. Tahapan meronce kelompok Play Group
     Yaitu:
    * main mengosongkan/mengisi seperti bermain congklak, ini bertujuan agar jari-jari anak makin  terampil sehingga motori halusnya siap.
    * merangkai digunakan untuk bahan main peran (kalung),   pada tahap ini anak terus menerus memasukkan benang/tali ke benda
    * merangkai terus menerus, tahap ini juga masih berkutat memasukkan benang/tali agar anak makin bagus koordinasi antara mata dan tangan serta melatih kesabaran, ketekunan anak.
2. Tahapan meronce kelompok A
    Yaitu:  
    a.  merangkai berdasarkan warna,
    b.  merangkai berdasarkan bentuk,
     c. merangkai berdasarkan warna dan bentuk
          Pada tahap ini, anak mulai dilatih mengenal pola. Poin a dan b hanya mengenalkan satu pola. Pada tahap ini, anak sudah bisa dikenalkan juga  alphabet. Karena pada dasarnya, alphabet merupakan susunan satu pola huruf. Nah, baru pada poin c anak mulai dikenalkan dua pola AB-AB sehingga relevan juga untuk mulai dikenalkan suku kata sederhana dengan pola tersebut, misal, sa, ma, ca, da.
3. Tahapan meronce kelompok B
    Yaitu:
    a. merangkai berdasarkan warna, bentuk, ukuran,
        Anak sudah mulai dikenalkan pola yang kompleks yaitu pola ABC-ABC atau berdasarkan warna, bentuk, ukuran. Sehingga mulai relevan juga dikenalkan suku kata yang kompleks seperti sar, bar, kan, lah dan lainnya yang berpola ABC
    b. membuat pola sendiri,
        Pada tahap ini, anak boleh suka hati berkreasi sendiri dengan pola yang mereka minati. Inilah saatnya anak mengeksplor kreatifitas dan imajinasinya. Kita sebagai guru ataupun orang tua juga bisa menilai apakah anak mempunyai nilai estetis atau belum.  Relevansinya dengan perkembangan bahasa, anak sudah mulai bisa membaca sendiri secara pelan namun dengan kata yang sudah bermakna semisal, kata baca, saya, dari.
    c. membaca pola kartu dari bermacam-macam tingkat kesulitan.
            Di poin ini anak sudah berkembang sangat baik di motoric halus dan bahasa (keaksaraan). Anak sudah berkembang sangat baik koordinasi mata dan tangannya, anak mampu membaca. Konsekuesinya yaitu anak sudah mampu untuk diajarkan menulis.

            Sungguh akan bermakna sekali jika setiap guru TK maupun PAUD mampu memahami dan melaksanakan tiap tahapan meronce, artinya bahwa guru tidak mencederai fitrah karena anak distimulus sesuai tahapan kemampuannya. Selalu ada harapan menuju kesana! Semoga bermanfaat! 

Hasil gambar untuk pixabay-gambar manik manik
pixabay.com
Hasil gambar untuk pixabay-gambar manik manik

Senin, 19 November 2018

5 Hal yang Harus Dilakukan Kepada Keluarga si Sakit


            Sakit, sesuatu yang tidak mengenakkan. Tak semua orang ingin sakit. Namun, siapa yang bisa mengelak dari takdirNya? Seperti saat Julia Perez sakit, Titi Qadarsih sakit kemudian Ari lasso juga sakit , siapa yang bisa mengelaknya? Jangankan artis, orang-orang yang bergerak di dunia kesehatan, seperti dokter, perawat, bidan dan lainnya yang notabene tahu cara menangani sakit, juga tidak bisa menolak sakit.
Tak semua  sakit dianggap sebagai azab atau siksa dunia. Justru inilah sebaik-baik pengingat akan kematian dan dosa kita. Sehingga sakit adalah saat yang tepat untuk memohon ampun kepada yang Kuasa. Semakin sering memohon ampun kepadanya, maka disinilah letak keikhlasan kita akan takdirNya muncul. Namun, kadangkala keblinger ya, orang selalu mengingatkan dan menyarankan si Sakit untuk  istigfar atau mohon ampun kepada Pencipta. Sudahkah yang sehat demikian? Karena permohonan ampun adalah untuk semua, bukan hanya untuk si sakit.
 Sakit juga tak selalu pahit. Bukan berarti bila sakit kita berat merupakan azabNya. Justru ketika sakit akan muncul hikmah yang dirasakan, seperti: 1. Karib kerabat kita akan saling mendoakan demi kesembuhan si Sakit, 2. bertemunya family dan teman, 3. Sakit merupakan sebaik-baiknya nasihat karena sakit merupakan alarm kematian, 4. Sakit sebagai penggugur dosa, 5. meringankan beban fitnah/siksa kubur atau  di akhirat nanti.
Ketika sakit, peran keluarga tentu sangat penting dan berarti. Tanpa keluarga yang mendampingi, orang yang sakit akan berat menjalani kondisi sakitnya. Namun, terkadang kita lupa akan peran keluarga. Perhatian kita terlalu bertumpu pada si Sakit ketika menengok. Kita lupa untuk membesarkan hati keluarga si Sakit. Lalu apa yang harus dilakukan? Berikut 5 hal yang harus dilakukan, antara lain:
1. beri dukungan moral maupun finansial
2. doakan yang terbaik, karena kita tidak tahu hal mana saja yang terbaik buat si Sakit
3. berikan bantuan informasi (misal tempat laundry di sekitar rumah sakit, dan lainnya) untuk meringankan bebannya selama menjaga si Sakit,
4. sering-sering berkunjung untuk mendengar keluhan ataupun cerita keluarga si Sakit sambil menanyakan kebutuhan apa saja yang mungkin bisa dibawakan ketika kunjungan berikutnya, serta perhatikan pula asupan gizi keluarga si Sakit agar tidak ikut down ketika merawat si Sakit
5. bawakan oleh-oleh sesuatu yang disukai keluarga pasien serta berikan kisah-kisah tokoh tertentu yang memberikan semangat, baik berupa buku atau video. Terus pompa semangat keluarga si Sakit agar semangat berdoa dan berusaha untuk si Sakit.
            Akhirnya, tanamkan pada keluarga bahwa bagaimanapun kondisi si Sakit, entah itu penyakit ringan maupun berat, tetaplah berpikiran positif bahwa inilah kondisi terbaik yang dialami. Ketika usaha keluarga menangani ataupun mengobati sudah terbaik, tempat berobat terbaik, dokter terbaik dan ikhtiar yang lain sudah terbaik, maka pujilah usaha keluarga si Sakit. Besarkan hati keluarga bahwa akan mendapatkan hasil yang terbaik dari Nya. Doa yang tulus dari kita, in sya Alloh akan diraasakan pula oleh keluarga si Sakit.

Semoga bermanfaat!

pixabay.com
Hasil gambar untuk pixabay-gambar kartun pasien dan keluarga

Minggu, 18 November 2018

PKB in Love, Guru Pembelajar

"Aduh, minggu harusnya libur malah ada kegiatan"
"Ah, PKB buat apa. Aku belum nuptk kok. Ga bakalan ngaruh apa apa"

Ujaran-ujaran seperti itu mungkin sering muncul ketika kegiatan guru pembelajar dimulai. Biasanya kegiatan berlangsung selama 2 hari full tatap muka, 10 hari untuk mengerjakan tugas, dan 1 hari untuk membahas tugas serta 1 hari untuk post test.

Memang betul, belum ada manfaat yang signifikan ketika guru belum bernuptk lalu mengikuti PKB.

Memang betul, materi yang disampaikan itu itu saja dan hanya teori, apalagi tutornya adalah teman sejawat bukan profesional.

Namun, pernahkah mencoba memaknai PKB dari berbagai sisi?

Baiklah kita urai satu persatu ya,,
1. Ajang silaturahmi dengan guru guru lain. 1 kelas terdiri dari 40 guru dengan 2 tutor.

2. Bisa saling berbagi info tentang keguruan, kedinasan, kesiswaan ataupun lainnya

3. Menambah wawasan sesuai materi PKB yang didapat

4. Sebagai.ajang pengembangan diri
Ga mau kan kita menjadi guru yang stagnan, tidak ada tambahan pengetahuan dll. Padahal profesi  kita ini sangat berpotensi mendptkan amal.jariyah lho.

"Ah yang dipelajari juga ilmu dunia, bukan ilmu agama yang bisa untuk.amal jariyah"

Aih nyinyir lagi hahaha

Begini ya, walau PKB itu hanya ilmu dunia, tapi ini merupakan saraana alias alat untuk menerapkan ilmu agama yang kita ajarkan nanti ke Anak usia dini.

See, make it simple for everything,
Koneksikan segala ilmu untuk bekal amal jariyah kita

5. Sebagai ajang untuk patuh pada aturan.pemerintah. ini sunnah ya mengikuti aturan.pemerintah, in sy alloh mendapat pahala.

Di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah wajibnya taat kepada pemimpin kaum Muslimin selama mereka tidak memerintahkan untuk berbuat kemaksiyatan, meskipun mereka berbuat zhalim. Karena mentaati mereka termasuk dalam ketaatan kepada Allah, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah wajib.
Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ
“Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya) dan ulil amri di antara kalian.” [An-Nisaa: 59]
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لاَطاَعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوْفِ.
“Tidak (boleh) taat (terhadap perintah) yang di dalamnya terdapat maksiyat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanya dalam kebajikan”


Read more https://almanhaj.or.id/1399-ahlus-sunnah-taat-kepada-pemimpin-kaum-muslimin.html



Akhirnya, biarlah aku menjadi ahlu seminar, ahlul pelatihan, yang penting bukan ahlul bid'ah hehehe #ups
#piss

Mari semangat para guru pembelajar!

PKB in Love

PKB tak hanya belajar berliterasi,
PKB tak.hanya untuk sertifikasi,
PKB tak hanya untuk gengsi,

Tapi,
PKB bagiku untuk beramal.jariyah,
Agar tak sekedar menjadi guru biasa tapi luar biasah,
In sya Alloh

*PKB= Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
NUPTK= Nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan


Jumat, 05 Oktober 2018

TAhapan Menggambar Anak Usia Dini


 “Adik, gimana sih disuruh gambar kok malah corat-coret seperti benang ruwet saja! Ayo gambar apel!, “ kata seorang guru. Pernah merasakan kesulitan seperti itu? Apa yang kita anggap mudah, terkadang masih dirasakan sulit oleh anak usia dini. Apa yang salah? Apakah kita memberikan materi yang terlalu sulit? Atau anak yang belum berkembang sesuai harapan?

Berikut akan dipaparkan tahapan menggambar bagi anak usia dini (AUD). Menurut standar tingkat pencapaian perkembangan anak (STPPA) Permendiknas Nomor 137 tahun 2014, bahwa lingkup perkembangan anak usia dini salah satunya meliputi lingkup seni. Lingkup seni ini meliputi kemampuan mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimajinasi dengan gerakan, musik, drama, dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan), serta kemampuan mengapresiasi karya seni, gerak dan tari, serta drama.

Terkait dengan seni lukis, maka menurut STPPA pada usia 4-5 tahun, anak tertarik menggambar objek di sekitarnya, seperti gambar mainannya, gambar buah, pohon dan lainnya. Sedangkan untuk STPPA usia 5-6 tahun, maka anak akan menggambar berbagai macam bentuk yang lebih beragam dan melukis dengan berbagai cara dan objek.

Sebenarnya, apa perbedaan menggambar dan melukis? Menggambar adalah aktivitas ekspresif dalam membuat gambar dengan menggunakan kertas sebagai media, sementara alatnya adalah bolpoin, pensil warna, krayon dan pensil. Untuk hasil gambar biasanya tidak ada aliran tertentu.

Sedangkan melukis adalah kegiatan seni dalam menciptakan lukisan dengan menggunakan kanvas sebagai media, sementara alat yang digunakan untuk melukis adalah cat air, cat minyak kuas dan sebagainya. Untuk seni lukis terdapat beberapa aliran yang masing-masing unik seperti kubisme, naturalisme, ekspresionisme dan lain-lain.

Bagi anak usia dini, menggambar mempunyai banyak manfaat. Salah satunya untuk mengembangkan atau mestimulus psikomotorik yakni motorik halus anak. Untuk menilai atau mengevaluasi lingkup psikomotorik anak, yaitu dengan observasi atau pengamatan langsung. Observasi dalam PAUD, merupakan pengamatan langsung terhadap kegiatan yang dilakukan anak.

Hasil dari menggambar ini akan menambah hasil karya anak yang bisa didokumentasikan menjadi portofolio atau rekam jejak kegiatan. Rekam jejak atau portofolio ini akan memudahkan guru untuk menilai apakah anak terebut sudah memenuhi STPPA atau belum.

Berikut manfaat kegiatan menggambar bagi anak usia dini, antara lain: a) merangsang dan membangkitkan otak kanan sehingga anak mempunyai kreatifitas dan imajinasi yang tinggi; b) menumbuhkan rasa ingin tahu anak tentang hal yang akan digambar; c) anak juga terstimulus perkembangan motorik halusnya;, d) meningkatkan rasa percaya diri dan optimisme karena anak mampu mengungkapkan ide-idenya dalam menggambar.

Menurut para ahli pendidikan anak seperti Kerchensteiner, Cyril Burt, Victor Lowenfeld, bahwa ada pembagian masa dalam menggambar pada tiap tahapan umur anak. Secara umum, masa-masa itu terbagi dalam beberapa bagian: 1) masa mencoreng (usia 2-4 tahun), anak menggores tanpa aturan dan arah. Anak masih belum mampu mengendalikan tangannya; 2) masa pra bagan (usia 4-7 tahun), anak mulai mampu menggambarkan objek yang akan digambar. Seperti menggambar kepala berbentuk lingkaran, tangan dengan bentuk panjang, dan lain-lain.  Anak juga sudah mampu mengendalikan arah dan tangannya; 3) masa bagan (usia 7-9 tahun), yaitu anak sudah memahami konsep objek yang akan digambarnya. Anak juga mengetahui apa-apa saja yang mampu menghidupkan gambarnya, seperti penambahan gambar isi rumah ketika menggambar rumah, ada pohon di depan gambar rumah, ada gambar bendera di sekolah, dan lain-lain.

Ada juga ahli pendidikan yang membuat tahapan-tahap
an menggambar sebagai berikut.


Tahap 1, coretan awal; coretan acak; coretan-coretan selalu berhubungan seolah-olah "krayon" tidak pernah lepas dari kertas.

Tahap 2, coretan terarah, tanda-tanda tertentu (seperti garis-garis atau titik-titik) diulang-ulang; biasanya berbentuk lonjong; tanda-tanda itu belum berhubungan.

Tahap 3, penambahan pada bentuk- bentuk lonjong; yang sering ditambahkan garis-garis dan titik-titik, biasanya garis-garis menyebar dari bentuk lonjong dan titik-titik di dalam bentuk lonjong.

Tahap 4, mulai muncul gambar “Kepala Besar”; titik-titik dan garis-garis dalam bentuk lonjong menyerupai wajah; mengambang di atas kertas (tahap 1-4 merupakan tahapan untuk kelompok Play Group);

 Tahap 5, gambar ”Kepala Besar” dengan mulai muncul gambar kaki mengambang di atas kertas.

Tahap 6, gambar “Kepala Besar” dengan kaki dan bagian-bagian badan lainnya khususnya tangan, mengambang di atas kertas. Muncul tulisan dalam bentuk. Huruf mengambang seperti garis-garis.

Tahap 7, “Kepala Besar” dengan bentuk batang sebagai badan dan anggota-anggota tubuh lainnya, mengambang di atas kertas.

Tahap 8, “Kepala Besar” dengan bentuk batang tertutup, bentuk batang berisi, atau bentuk batang segi tiga sebagai badan dan anggota-anggota tubuh lainnya, mengambang di atas kertas. (Tahap 5-8 merupakan tahapan untuk kelompok TK A)

Tahap 9, gambar rumah sederhana yang menyerupai wajah; objek-objek sederhana lainnya (seperti kupu-kupu atau bunga-bunga), mengambang di atas kertas. Pada tahap ini anak sudah bisa mengendalikan tangannya, sudah mempunyai konsep objek yang digambar. Sehingga pada tahap 9 ini, anak baru diperbolehkan untuk mewarnai.

Tahap 10, bagian paling bawah kertas digunakan sebagai garis dasar dan gambar-gambar objek yang bisa dikenali ditempatkan di situ, objek-objek ditempatkan secara tepat di langit, di samping rumah di bagian paling bawah kertas, dan seterusnya.

Tahap 11, sebuah garis dasar menopang rumah dan/atau objek-objek lain. Konsep tanah dan proporsi gambar dan lukisan mulai terlihat. Variasi gambar mulai kompleks: ada rumah, orang, pohon, bunga, awan, dan binatang.

Tahap 12, garis dasar mulai muncul sebagai garis batas langit, menunjukkan anak mulai sadar ruang dua dimensi; objek-objek diletakkan dengan tepat (Tahap 9-12 merupakan tahapan kelompok TK B). Untuk kelompok TK B, anak harus mewarnai sesuai dengan konsep riilnya, misalkan gambar daun segar berwarna hijau, daun kering berwarna kuning/coklat, dan lain-lain.

Nah, dalam melakukan tiap tahapan menggambar perlu diperhatikan pula hubungannya dengan tema dan bidang pengembangan lain seperti nilai agama, moral, sosial, bahasa, kognitif, dan lain-lain.  Tak lupa ciptakan kegiatan menggambar yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan agar makin tumbuh rasa kepercayaan diri anak serta karakter positif lainnya.

Interaksi anak dan guru juga perlu diperhatikan dalam kegiatan menggambar. Dalam hal ini guru dan anak bisa berkomunikasi, seperti adanya tanggapan guru tentang apa yang digambar anak, anak menceritakan apa yang digambarnya, dan lain-lain. Intinya adalah kegiatan seni menggambar juga tak kalah penting dengan kegiatan lainnya untuk menstimulasi kemampuan awal menulis anak. *(artikel ini dimuat di laman anggunpaud pada 18 september 2018)

Sumber: • Permendikbud 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini • Permainan Kreatif Untuk Anak Usia Dini, Anggani Sudono dkk, PT Sarana Bobo Jakarta, 2007.


Minggu, 30 September 2018

Telaga Nilem Membuat Hati Adem

Bismillah,

Dear readers,

"Senin, selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu, ahad itu nama nama hari"

Begitulah Jelita anakku mendendangkan lagu tersebut berulang-ulang dengan nada yang naik turun. Berhubung emaknya lagi sensitif karena deadline tulisan, jadi bukannya terhibur mendengar lagu tersebut eh malah merasa tersindir. Lah kok tersindir? Rasanya aku seperti mendengar Jelita nyindir "Eh, bentar lagi wiken nih. Mau pergi kemane, Mak?"

Dan, emakpun langsung melihat kalender, ada acara apakah wiken ini?

Qodarullah, wiken ini ada acara piknik bareng guru TKIT IBNU ABBAS Cirebon dalam rangka syukuran atas hasil B untuk akreditasi TK.


Alhamdulillah, piknik gratisan. Kapan lagi bisa piknik? Secara karakter kami sekeluarga males travelling kalau ga ada yang ajak. Alhasil, benar kan hanya aku dan JelIita yang berminat ikut. Ayah dan Fikri pilih di rumah sambil ngemil kacang rebus yang sengaja ku sisihkan. Kacang ini bekal ngemil selama di Telaga Nilem.

Oke, kita berangkat dri Cirebon sekitar jam setengah 9 dan sampai di lokasi kurleb jam 9 nan lewat dikit hehehe.

Lokasi yang bikin hati langsung adem ini begitu memikat. Karena apa?letaknya yang cukup dekat dengan rumahku di Talun cirebon. Telaga nilem berlokasi di desa kaduela, kecamatan pasawahan, kuningan.
Merupakan telaga yang berada satu kawasan dengan hutan wisata Telaga remis yanng mempunyai luas sekitar 13 hektar. Masih ada 7 telaga lainnya yaitu telaga leat, telaga deleg, telaga leutik, telaga buruy, telaga tespong, situ ayu salintang dan sumur jalatunda.

Telaga nilem dengan air yang jernih sampai terlihat dasar kolam yang penuh bebatuan dan ganggang. Dingin meyelimuti badan kala berenang.

Terkait fasilitas, sudah tersedia musola, toilet tang bersih dan banyak dengan tarif 2000, kemudian parkiran yang luas (tarif parkir motor 3000 dan mobil 5000). Tiket masukpun terjangkau, cukup membayar kocek 15 ribu per orang. Warung dan gazebo tersedia, pilihan menunya pun menarik yaitu khas ikan bakar ataupun goreng dengan pilihan sambelnya yang menggoda.


Ohya ada penginapan maupun perkemahan yang bisa dijadikan alternatif kala menginap.

Bagi yang suka travelling, ada tips nih ketika berwisata di telaga nilem: berhati-hatilah dengan dasar kolam yang bebatuan kaarena licin dan dikhawatirkan ada bgaian batu yang tajam. Juga mengenai kedalaman kolam yang tidak sama. Paaling dalam sekitar 4 meter dan yang dangkal sekitar 1 meter. Jangan lupa juga bawa jaket dan perlengkapan lain untuk.menghangatkan tubuh seperti kayu putih dan lain lain.

Pesanku mubgkin lebih ke dinas terkait agar segera membenahi wisata telaga nilem agar lebih banyak diminati para wisatawan.

Satu kesan mendalamku pada telaga nilem,,bikin hati adeeem mak nyes.. bagaimana? Tertarik berkunjung?


Jumat, 21 September 2018

TIPS BEPERGIAN BERSAMA BUAH HATI



            “Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali. Kiri kanan, ku lihat saja, banyak pohon cemaraa” Ayah Bunda, masih ingat kan lagu tersebut? Lagu itu mengajak anak-anak untuk melihat pemandangan di sekitar pegunungan. Keceriaan dan kegembiraan sangat jelas tergambar dalam lagu tersebut. Hal ini tentu
            Dari segi kognitif, melihat alam dan sekitarnya, atau jalan – jalan ke museum, kebun binatang, dan lainnya akan meningkatkan pengetahuan serta wawasan anak. Dan juga, siapa tahu dengan traveling bisa untuk mengetahui minat dan bakat anak?
            Terkait perkembangan sosial emosional anak, ternyata bepergian atau travelling bisa mempererat ikatan ayah bunda dan anak, menumbuhkan sikap berani, menumbuhkan rasa ingin tahu, peka terhadap lingkungan.
            Melalui bepergian atau travelling, anak akan bergerak bebas mengeksplor fisiknya untuk bergerak seperti berlari, meloncat sehingga perkembangan motorik anak makin berkembang.
            Bagaimana dengan perkembangan bahasa anak apakah melalui traveling atau bepergian bisa terstimulus? Tentu iya, karena anak akan mempunyai kenangan ketika bepergian atau travelling kemudian anak akan mengungkapkan kenangan tersebut melalui lisan (bercerita) maupun tulisan.
            Dari aspek nilai agama moral, bepergian atau traveling bisa untuk menanamkan syukur, mengenal ciptaanNya, sehingga anak akan mempunyai keyakinan kepada sang Pencipta.
            Melalui bepergian atau travelling, aspek perkembangan anak akan terstimulus sehingga kita sebagai orangtua akan mudah untuk mengamati minat dan bakat anak. Lalu bagaimana mempersiapkan bepergian atau travelling bersama anak?
            Persiapkan peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan dengan cermat. Tak perlu membawa baju yang banyak, asalkan segera cuci baju bila ada yang kotor agar ketersediaan baju bersih memadai. Perhitungkan pula berapa lama bepergian atau travelingnya.
            Siapkan mainan, cemilan agar anak tidak bosan dalam perjalanan. Bila anak terlihat lelah di perjalanan, ajak anak mengikuti permainan sederhana atau mendengarkan cerita dari orangtua maupun video.
            Perhatikan kesehatan anak. Dan sediakan selalu obat-obatan yang dibutuhkan apabila anak  kurang fit di perjalanan. Hal yang kadang membuat terlena ketika bepergian atau traveling yaitu tentang makanan. Biasanya kita membeli makanan di sembarang tempat, minum es yang seharusnya dihindari. Pilih makanan yang terjaga komposisi vitaminnya sehingga membuat anak penuh tenaga saat traveling atau bepergian.
            Lalu sounding ke anak jadwal bepergian atau travelling. Ceritakan kepada  anak akan kemana saja, disana akan melakukan apa, sehingga anak akan senang. Saat sounding jadwal bepergian atau traveling merupakan saat yang tepat untuk menjelaskan aturan bepergian atau traveling, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Sehingga ketika tiba saatnya bepergian atau traveling, kita tinggal mengingatkannya saja.
            Bepergian atau travelling harus dilakukan dengan ceria, menyenangkan dan penuh manfaat. Sehingga akan memberikan pengalaman positif  yang berharga untuk anak dan mudah-mudahan terbangun karakter positif pula.

 Berlelah-lelah saat bepergian atau travelling akan hilang ketika kebermanfaatannya lebih dominan. Semoga bermanfaat dan Happy Travelling!



Jumat, 17 Agustus 2018

BERSEPEDA ITU BEDA



Sepeda bergerak tak berasap
Penuh daya udara diisap
Kayuh
Lelah
Peluh
Diri ini laksana penuh kasap
Karena dunia dalam derap
Penuh
Langkah
Tangguh
Alloh
Berdaya

(dalam kayuhan kehidupan)

            Tahukah kawan, bersepeda itu beda! Apa sebabnya? Karena tiap kayuhan akan mempunyai sudut pandang tersendiri dalam melihat hidup ini. Tiap kayuhan menyimpan memori sendiri. Tiap kayuhan menciptakan kenangan masing-masing. Tiap kayuhan menumbuhkan percakapan-percakapan tersendiri.
            Kala itu, redupnya sinar matahari yang masih enggan muncul, tak menyurutkan langkahku untuk menyeret sepeda dari peraduannya. Tanpa memedulikan dinginnya udara, “Kring…kring….”, bunyi itu membangunkan sepedaku yang sudah using. Sepeda model jaman dahulu dengan sandaran di belakang membuatku makin nyaman membersamainya.
            Pagi itu, di tiap ahad kami rombongan anak-anak petualang melaju menyusuri jalanan yang memang masih sepi dari kendaraan umum. Sehingga membuat kuat hati orang tua kami untuk melepas berkelana bersama sepeda onthel. Padahal kala itu jarak tempuh dengan sepeda saja sudah memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit menuju lokasi favorit kami yaitu Bukit Maneungteung di Desa Waled. Hitunglah jika bolak-balik dari berangkat-menuju lokasi-pulang. Belum lagi dihitung waktu untuk menikmati di bukit Maneungteung.
            Rasanya tak pernah bosan dan lelah menjelajah bukit tersebut. Bersenda gurau bersama teman menumbuhkan sensasi kelekatan sehingga makin dekat. Seringnya kami berbagi makanan bekal yang dibawa dari rumah. Sering juga salah satu dari kami tertidur karena terlalu pagi berangkat dari rumah.
            Ada kisah lucu saat itu. Saat ujian sekolah tiba, rombongan penyepeda cilik sebenarnya dilarang untuk ngonthel pagi itu dengan alasan harus belajar menghadapi ujian. Namun, kami tetap umpet-umpetan berangkat ke bukit. Kala itu kami merasa menang telah mengelabui orang tua.
            Dan sesampainya disana, olala ternyata ada rombongan bapakku beserta bapak-bapak lain telah sampai duluan sedang duduk ngopi di pinggir jalan dekat bukit sambil memandangi dengan pelototan penuh sayang. Bapak-bapak ini juga mempunyai hobi bersepeda. Sepertinya ini warisan hobi yag unik dan menarik.
            Akhirnya, dengan paksaaan kami pulang menumpang mobil truk punya tetangga kami. Rasanya bagaimana ketahuan melanggar aturan? Aduh campur aduk deh rasanya! Pokoknya tidak akan diulangi karena konsekuensinya uang saku dipotong seminggu.. huah bisa kurus kering ga jajan di sekolah.
            Demikianlah kisah pejuang bergerak tak berasap yang sedari kecil mengayuh sepeda demi persahabatan, demi kecintaan alam, demi kekuatan fisik. Percayalah, bersepeda itu memang beda! Tidak percaya? Rasakan sendiri sensasinya!
           
pixabay.com
Image result for gambarKARTUN  jilbaber naik sepeda ontel lucu - sepeda ontel lucu
IMG-20160602-WA0012 Nur Fitri Agustin, S. Pd (Guru di TKIT IBNU ABBAS, Talun, Kab. Cirebon dan juga lulusan 2017 PGPAUD UMC)

Senin, 19 Maret 2018

Resensi buku

Yuk.intip strategi membuat anak ketagihan belajar dalam buku NLP ini


https://kupasanbuku.com/kupasan-buku-7-jurus-nlp-agar-anak-ketagihan-belajar/

Jumat, 09 Februari 2018

RESENSI BUKU 101 DOSA PENULIS PEMULA





Judul                          : 101 Dosa Penulis Pemula
Penulis                        : Isa Alamsyah
Halaman                     : 336 Halaman
Tahun Terbit             : 2015
Penerbit                      : Asma Nadia Publishing House
ISBN                           : 978-602-9055-28-3

            Tidak ada penulis yang sempurna. Setiap penulis pasti pernah melakukan dosa (baca: kesalahan) dalam proses kreatif menulis. Banyak sekali dosa yang dibuat penulis, bahkan penulis yang sudah expertpun terkadang kepleset melakukan dosa kepenulisan. Dari berbagai pelanggaran para penulis ini, selalu khas pelanggarannya. Sehingga terangkumlah 101 dosa penulis pemula ini.
            Dalam buku ini dijelaskan bahwa ada dua cara belajar kepenulisan. Cara pertama adalah memberi tahu bagaimana menulis yang baik dengan berbagai teori. Metode ini lazim dilakukan di sekolah dan lembaga pendidikan. Cara yang kedua adalah belajar dari kesalahan sendiri atau orang lain sehingga terhindar dari kesalahan yang sama. Metode diterapkan secara alamiah dalam kehidupan. Dari jatuh, seorang anak belajar berdiri, berjalan dan berlari. Dari gagal, kita belajar untuk sukses. Dari masalah, kita berpikir mencari solusi. Dari mengetahui dosa-dosa dalam menulis, kita mengerti bagaimana menulis dengan benar dan menarik..
            Lalu apa saja 101 dosa penulis pemula? Buku ini terdiri dari 16 bagian pelanggaran penulis. Tiap bagiannya terdiri dari beberapa dosa atau pelanggaran. Seperti pada bagian satu yaitu dosa utama penulis pemula tentang pengulangan kata atau gaya yang sama, terdiri dari 5 pelanggaran serangan aku, anda, nama, kata sama dan kecenderungan pada gaya yang sama. Maksudnya adalah setiap penulis pemula pasti selalu menulis kata “aku” yang berulang dalam tiap kalimatnya. Hal ini merupakan bentuk ketidakefektifan menulis. Padahal penulisan “aku” dalam sebuah kalimat cukup 2-3 kali saja agar enak dibaca dan lebih bernas. Bagaimana cara mengurangi kesalahan serangan aku ini? Setiap selesai menulis, coba teliti berapakah kata aku yang sudah ditulis? Buang sebanyak mungkin dan tinggalkan 2 atau 3 kata aku saja dalam tiap kalimatnya. Syukur-syukur hanya satu kata aku dalam tiap kalimatnya. Begitupun tips untuk menghindari serangan anda, kamu, nama, kata yang sama.
            Ada yang menarik yaitu tentang opening pada bagian 5. Setelah menemukan ide, penulis akan mulai mencari judul yang pas (ini boleh dilakukan di awal ataupun di akhir menulis).  kemudian membuat opening dalam naskah. Opening adalah gerbang pembuka sebuah tulisan. Jika judul bisa menjadi daya tarik yang mendorong orang mau membaca sebuah tulisan, maka opening adalah pemikat yang membuat seseorang ma uterus membaca sebuah karya (Halaman 66). Dosa pada opening ada 8 yaitu: biasanya opening menggambarkan tentang cuaca. Contoh : angin berhembus, hujan gemericik, ombak menggulung. Memang opening semacam ini tidak salah asalkan masih bagian dari tulisan  yang perlu diketahui pembaca. Kemudian opening yang bertele-tele, tidak menggebrak, membocorkan, tidak kuat, tidak membuat penasaran, tidak variatif inilah yang harus dihindari.
            Hal menarik lainnya yaitu di akhir buku ini (bagian 12) mengajak para penulis untuk menyiapkan mental dan sikap penulis. Seorang penulis itu harus bermental baja, tidak baperan dalam menerima kritik dan saran, tidak cepat puas, harus mempunyai motivasi yang kuat. Tujuan mempunyai motivasi yang kuat dalam menulis adalah agar kita mampu bertahan, tetap produktif menulis.  Ada berbagai macam alasan mengapa kita menulis, antara lain ingin mendapatkan keuntungan financial dunia maupun akhirat, tenar, eksis. Maka temukanlah motivasi Anda sekarang untuk tetap menjadi penulis yang produktif tak sekedar sebagai hobi atau kesukaan! Selamat bergulat di dunia menulis!

Resensi  ini dimuat di kupasanbuku.com